SERUYAN, ProBorneo.id - Kabut asap pekat yang masih menyelimuti wilayah Seruyan Raya, khususnya di Desa Bangkal. Hal ini memicu kekhawatiran orang tua murid karena pihak…
Kondisi tersebut membuat pihak SDN 3 Bangkal terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan memulangkan murid lebih awal demi menjaga kesehatan siswa.
Kepala SDN 3 Bangkal, Edi Junaedi mengaku, sebelumnya para siswa masih masuk sekolah seperti biasa. Namun pada Jumat pagi, asap tebal tiba-tiba menyelimuti Desa Bangkal sehingga jarak pandang terbatas dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan anak-anak.
“Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah harus menghentikan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini kami ambil demi kesehatan siswa-siswi,” ujarnya.
Menurut Edi, kebijakan memulangkan murid lebih awal ini diambil merujuk pada Surat Edaran Bupati Seruyan Nomor 400.3.1/1966/DISDIK/IX/2026 tentang penyesuaian KBM di tengah dampak Karhutla, khususnya yang termuat pada poin 6.
Poin tersebut memberikan wewenang kepada Kepala Satuan Pendidikan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi jarak jauh (daring) atau menghentikan KBM tatap muka jika kualitas udara memburuk dan berisiko bagi kesehatan.
“Langkah ini kami ambil merujuk pada surat edaran Bupati yang ada pada poin 6,” pungkasnya.
SERUYAN, ProBorneo.id – Helikopter MI-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD yang bertugas…
PALANGKA RAYA, ProBorneo.id – Persidangan perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka…
SERUYAN, ProBorneo.id - Camat Seruyan Raya, Zainal Arifin, turun langsung mengawal penanganan 6 warga Desa…
SERUYAN, ProBorneo.id – Kepala Desa Bangkal, Supardi, angkat bicara terkait penangkapan 6 warga Bangkal di…
PALANGKA RAYA, ProBorneo.id - Mencermati kasus yang menimpa Presiden Prabowo Subianto yang dikhianati oleh pembantu…
SERUYAN, ProBorneo.id – Ketua TBBR Kabupaten Seruyan, A. Bujianto, kembali memberikan klarifikasi sebagai pendamping…