Opini

Ancaman Pemerintahan Bayangan, Fenomena Lingkaran Terdekat Atau Ring 1 Gubernur Kalteng

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id – Mencermati kasus yang menimpa Presiden Prabowo Subianto yang dikhianati oleh pembantu dan orang dekatnya, yang berhasil dibongkar oleh Mabes Polri, kita patut memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Polisi Dr. (HC) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yang bertindak tegas tanpa pandang bulu.

Kita tidak akan membahas masalah tersebut secara mendalam. Di era keterbukaan arus informasi, tidak ada lagi yang bisa disumbat. Semua pihak, termasuk masyarakat, mudah mengaksesnya, apalagi ketika sudah menjadi topik hangat yang menghebohkan di media cetak maupun elektronik.

Berkaca dari ulasan singkat di atas, sebagai bentuk rasa sayang kita kepada Gubernur-Wagub Agustiar Sabran – Edy Pratowo, kita belajar dari kasus di pusat pemerintahan. Tidak menutup kemungkinan, pengkhianatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab juga bisa terjadi di Kalteng dan mengganggu kepemimpinan duet Agustiar Sabran – Edy Pratowo.

Tulisan ini kami susun berdasarkan masukan dari berbagai narasumber yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.

Ring 1 Berkuasa Melebihi Gubernur, Ancaman Pemerintahan Bayangan Fenomena lingkaran terdekat atau Ring 1 kepala daerah yang bertindak melampaui kewenangan gubernur kian disorot publik.

Kelompok non-struktural ini kerap mengintervensi penempatan pejabat, anggaran, hingga proyek strategis tanpa melalui prosedur birokrasi yang sah.

Dampak Utamanya:

  1. Lumpuhnya Meritokrasi. ASN tertekan oleh loyalitas personal, sehingga mengabaikan kompetensi dan integritas.
  1. Minim Akuntabilitas. Kelompok Ring 1 tidak memiliki legitimasi politik maupun pertanggungjawaban hukum langsung kepada rakyat.
  1. Hilangnya Kepercayaan Publik. Memicu shadow government yang merusak tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).Publik mendesak kepala daerah untuk tegas membatasi ruang gerak lingkaran terdekatnya, agar birokrasi kembali pada rel profesionalisme dan transparansi.
Admin

Recent Posts

Kades Bangkal: Konflik Agraria di Bekas Lahan Sitaan PKH Jangan Dibiarkan Menjadi Bom Waktu

SERUYAN, ProBorneo.id – Kepala Desa Bangkal, Supardi, angkat bicara terkait penangkapan 6 warga Bangkal di…

2 jam ago

Ketua TBBR Seruyan: Tidak Ada Penculikan dan Penganiayaan, Hanya Rebutan HP di Tengah Kerumunan

  SERUYAN, ProBorneo.id – Ketua TBBR Kabupaten Seruyan, A. Bujianto, kembali memberikan klarifikasi sebagai pendamping…

4 jam ago

Damang Seruyan Raya: Jika Masyarakat Tak Boleh Menikmati Hasil Sitaan Negara, Tebang Saja Semua Sawitnya, Hutankan Kembali

SERUYAN, ProBorneo.id – Suasana mediasi di Polsubsektor Seruyan Raya, Selasa (3/11/2026), sempat memanas saat Pemangku…

13 jam ago

PT Agrinas Bantah Culik 6 Warga Bangkal, Sebut Penangkapan Sesuai Prosedur Pengamanan

SERUYAN, ProBorneo.id – Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Regional IX akhirnya buka suara terkait kabar…

15 jam ago

Damai, 6 Warga Bangkal Dibebaskan Usai Mediasi di Polsubsektor Bersama PT Agrinas dan Aparat

  SERUYAN, ProBorneo.id – Polemik hilangnya 6 warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, di areal…

15 jam ago

Ada Kuda Troya di Lingkaran Gubernur? Waspada Loyalitas Ganda dan Bocornya Strategi

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id - Sebutan "kuda troya" kerap muncul ketika seorang kader atau eks-kader partai…

21 jam ago