SERUYAN, ProBorneo.id – Kabut asap pekat yang masih menyelimuti wilayah Seruyan Raya, khususnya di Desa Bangkal. Hal ini memicu kekhawatiran orang tua murid karena pihak sekolah masih menjalankan prugram belajar tatap muka.
Terkait kondisi ini, sejumlah orang tua mempertanyakan kebijakan SDN 3 Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, yang tetap menggelar pembelajaran tatap muka di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Menanggapi konfirmasi wartawan terkait hal tersebut, Kepala SDN 3 Bangkal, Edi Junaedi, S.Pd mengakui adanya miskomunikasi di internal sekolah.
“Kemarin ada salah komunikasi, rencana besok diperpanjang lagi Belajar Dari Rumah (BDR),” ujar Edi Junaedi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Saat ditanya apakah pembelajaran hari ini masih dilanjutkan atau ada kemungkinan murid dipulangkan lebih awal, Kepsek mengatakan pihaknya telah mengambil keputusan untuk memulangkan siswa.
“Rencana jam 10 dipulangkan,” katanya.
Tak lama berselang, melalui pesan WhatsApp, Kepsek kembali memberikan update bahwa waktu pemulangan dipercepat karena kondisi asap semakin parah.
“09.30 dipulangkan sudah karena asap makin parah. Sudah tidak sehat udara ini,” tegasnya.
Keputusan tersebut disambut lega oleh orang tua murid yang sejak pagi khawatir akan dampak kabut asap terhadap kesehatan anak-anak mereka.













