Categories: Headline

PT Agro Indomas Beri Kompensasi Kepada Petani Desa Terawan Yang Sawitnya Diserang Kumbang Tanduk

ProBorneo.id – Menindaklanjuti keluhan petani kelapa sawit di Desa Terawan, Camat Seruyan Raya mengundang pihak perusahaan PT Agro Indomas dan petani kelapa sawit terkait serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) yang diduga akibat kegiatan replanting (peremajaan tanaman sawit).

Untuk mencari solusi apa yang menjadi keluhan petani Camat Seruyan Raya menggelar mediasi agar permasalahan yang dikeluhkan para pertain bisa segera mendapat solusi. Pertemuan digelar di aula Kantor Desa Terawan, Selasa (16/9/2025).

Camat Seruyan Raya, M Abdi dalam sambutannya mengatakan, rapat yang digelar ini menjadi satu kesatuan dari rapat yang sebelumnya. Karena rapat sebelumnya yang sudah diinisiasi oleh Pemdes Terawan bersama dari tim PT Agro Indomas dan seluruh petani yang sudah melakukan verifikasi dan ada bebebrapa tindakan yang sudah dilaporkan kepada pihak kecamatan.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dituntaskan dan masih menjadi keresahan masyarakat saat ini. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang harus dituntaskan padahari ini,” tegas Abdi.

Lebih lanjut, perwakilan pihak PT Agro Indomas H Ilhar mengatakan, akan serius menyikapi permasalahan ini. Ia menekankan kepada tim dari PT Agro Indomas yang menangani permasalahan ini untuk bergerak cepat menangani apa yang sudah menjadi keluhan para petani sawit Desa Terawan.

“Kehadiran saya disini menujukkan keseriusan manajemen perusahaan menangani hal ini, cuma mungkin tidak terkomunikasikan dengan baik,” ucapnya.

Dirinya juga memerintahkan kepada tim yang menangani permasalahan ini untuk segera mengambil langkah cepat dan segera melakukan tindakan seperti apa yang beberapa poin yang disampaikan petani.

“Saya tidak mau menunda nunda, segera lakukan penyemprotan dan gerakkan semprot ini jangan hanya menjadi seremonial, bukan sekedar semprot dan difoto lalu dilaporkan kemanajemen, oh no bukan seperti itu. Kita mesti pada objektifnya, pada tujuan awal bahwa semprot adalah untuk menyelamatkan tanaman petani, ” tegas Ilhar.

Pada kesempatan yang sama, Syahruni perwakilan petani menyampaikan keluhannya terkait proses replanting yang dilakuakan oleh pihak perusahaan. Menurutnya, pihak perusahaan seharusnya ketika melakukan replanting ada beberapa hal yang dilakukan salah satunya harus sosialisasi dulu agar tidak terjadi hal seperti ini.

“Kami sudah beberapa kali meminta kepada pihak manajemen perusahaan tolong jangan lagi replanting dengan cara chipping tapi lakukanlah dengan metode timbun agar meminimalisir munculnya hama kumbang badak. Namun tidak ditanggapi sesuai keinginan para petani,” terang Syahruni.

Dari hasil pertemuan tersebut, ada 8 poin yang dituangkan pada berita acara antara petani dan pihak perusahaan diantaranya, pertama, disepakati untuk kegiatan penanggulangan tanaman sawit petani yang terdampak. Dan PT Agro Indomas melakukan pendataan dilanjutkan dengan langkah penyemprotan, pemasangan jaring dan pheromone trap. Kedua, PT Agro Indomas berkomitmen akan melaksanakan kegiatan penanganan sampai selesai atau normal. Selanjutnya, telah sisepakati kompensasi tanaman yang mati dengan jumlah 503 pokok diberikan kompensasi sebesar Rp. 500.00,-/pokok.

Selanjutnya ada 3 poin rekomendasi dari tim yakni, kegiatan replanting dengan metode chipping dihentikan dengan diganti dengan metode timbun. Dan kegiatan metode chipping yang sudah terlanjur dilakukan penimbunan, terkait dengan informasi ada penambahan jumlah pokok yang mati agar dilakukan verifikasi ulang dari laporan tersebut antara pemilik kebun dan tim PT Agro Indomas serta dari usulan dan rekomendasi poin 7 dan 8a yang belum disepakati dapat disampaikan jawaban tertulis pada Tanggal 27 September 2025.

Admin

Recent Posts

PT HMBP 1 Best Group Salurkan Bantuan Sarpras Damkar untuk 3 Desa Binaan

SERUYAN, ProBorneo.id – PT Hamparan Masawit Bangun Persada 1 (HMBP 1) Best Group melalui program…

19 jam ago

Warga Bangkal Bertahan 16 Hari di Tenda, Minta Ketegasan Bupati Seruyan Soal Plasma 20 Persen

SERUYAN, ProBorneo.id – Warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan masih bertahan di tenda…

21 jam ago

Lahan Sengketa 1.607 Ha Ditetapkan Milik Warga, PT BAP Diperintah Kosongkan Lahan

KOTIM, ProBorneo.id – Sengketa lahan antara masyarakat Desa Sebabi dan Desa Bangkal dengan PT Binasawit…

2 hari ago

Dua Jenazah Ditemukan di Pesisir Seruyan, Diduga Korban KM Virgo Transport 8

SERUYAN, ProBorneo.id – Dua jenazah tanpa identitas ditemukan di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan…

2 hari ago

Penanggung Jawab Resmi Hentikan Aksi Damai Masyarakat Desa Selunuk di PT BAP

SERUYAN, ProBorneo.id - Aksi damai masyarakat Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, resmi dihentikan.…

2 hari ago

Dampak Kabut Asap Karhutla, SDN 3 Bangkal Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring

SERUYAN, ProBorneo.id - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan…

4 hari ago