Menempuh Hutan Dengan Jarak 20 Km, Kapolres Empat Lawang Pimpin Tim Bongkar Sindikat Ganja Di Lahan Seluas 3 Hektar

banner 468x60
SUMSEL, ProBorneo.id Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polres Empat Lawang membongkar sindikat ganja lintas kabupaten dan provinsi di Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang. Ladang ganja seluas 3 hektare berhasil diungkap, dengan barang bukti 220 kilogram ganja siap edar.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.I.K., M.H. memimpin langsung tim gabungan menembus medan berat. Tim harus berjalan kaki sekitar 20 kilometer selama 8 jam di jalur pendakian curam dan rimbunnya hutan tropis untuk mencapai lokasi pada 13 Februari 2026 lalu.

“Ini bukan sekadar kurir, tersangka PD merupakan aktor intelektual yang mengkoordinasikan bibit, penanaman, hingga distribusi hasil panen,” tegas Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., saat konferensi pers di Mapolres Empat Lawang, Sabtu 25/4/2026.

banner 336x280

Dalam operasi gabungan itu, polisi menyita 220 kilogram ganja siap edar yang dikemas dalam beberapa karung dan peti kayu. Turut diamankan empat unit sepeda motor yang diduga dipakai sebagai alat transportasi distribusi.

Baca Juga :  Wahyudinor Tegaskan: Desa Terawan Tidak Akan Kompromi Terhadap Pengedar Sabu dan Garong Buah Kelapa Sawit

“Bahkan salah satu modus yang ditemukan adalah barter motor dengan ganja,” ungkap Yulian yang didampingi Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP Christopher Salohot Panjaitan, S.E.,

Yulian menegaskan kedatangannya ke Empat Lawang bukan sekadar seremonial. Saat ditanya awak media apakah ada target operasi yang lebih besar, ia memberi jawaban teka-teki.

“Tunggu saja nanti, penyelidikan intensif masih terus berjalan di lapangan,” katanya.

Yulian menyebut jaringan ini lintas kabupaten dan provinsi. Tersangka membawa barang haram tersebut hingga ke Palembang untuk diedarkan. Tindakan tegas ini krusial mengingat angka pengguna narkoba di Sumsel menduduki peringkat kedua tertinggi di Indonesia.

“Kita harus bergerak cepat agar generasi kita tidak hancur oleh narkoba,” tegas Yulian, lulusan Akpol 2000.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menegaskan, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polres dan BNNK  tapi semua pihak harus berperang. Mulai dari Polri, BNNK, TNI, pemkab, tokoh masyarakat, tokoh agama. Bahkan perang dari keluarga sendiri.

Baca Juga :  Sebagai Ucapan Terima Kasih, Kapolres Seruyan Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Seluruh Personel

“Dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Empat Lawang yang aman, damai, dan makin sejahtera,” imbuhnya didampingi Kabag Ops Kompol Nusirwan dan Kasat Resnarkoba Iptu Purnama Mentari Sampe.

Pengungkapan ladang ganja ini tidak mudah. Sepulang dari lokasi, tim polisi yang membawa sebagian barang bukti mendapat perlawanan warga. Akses jalan satu-satunya diportal dan dihalangi massa.

Warga meminta polisi melepas RS, 22, dan A, 18, pasutri yang menjaga pondok dan mengurus ladang ganja tersebut. Sebagian warga membawa senjata tajam. Karena kalah jumlah, demi keselamatan bersama, polisi terpaksa menyerahkan dua terduga pelaku yang diambil paksa massa.

Meski begitu, polisi sudah mengantongi identitas pemilik ladang ganja, yakni PD dan E. Saat ini tersangka PD beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Sumsel untuk proses hukum lebih lanjut. Pengembangan kasus diprediksi menyasar jaringan yang lebih luas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *