Kabut Asap Selimuti Kalteng, MPA Terawan Ajak Warga Bersatu Bukan Saling Menyalahkan

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Kalimantan Tengah. Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Terawan, Kecamatan Seruyan Raya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, melainkan bersatu mencari solusi dan bergerak nyata.

Salah satu anggota MPA Desa Terawan, Sabrin Tabba menyampaikan pesan, khusus kepada adik-adik mahasiswa agar tetap semangat menyuarakan aspirasi dengan cara yang baik.

“Tetap semangat adik-adik mahasiswa, teruslah menyuarakan aspirasi dengan cara yang baik. Jaga kesehatan, jaga etika, dan berdialoglah dengan kepala dingin serta hati yang tenang” ujarnya, Jum’at (23/10/2026).

banner 336x280

Ia menekankan, sampaikan pendapat dengan santun tanpa kata-kata makian. Karena perjuangan yang baik akan semakin bermakna jika disampaikan dengan cara yang baik pula.

Baca Juga :  Mediasi Buntu, Ribuan Masyarakat Siap Gelar Aksi 5 September di PT BAP Tuntut Plasma 20%

Di tengah musibah Karhutla, MPA Terawan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemimpin yang terus berjuang di lapangan terutama kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, atas perjuangan dan upaya selama menghadapi musibah Karhutla.

Sabrin juga mengucapkan terima kasuh Kepada Bupati Seruyan atas perhatian dan perjuangannya selama ini. Kepada Camat Seruyan Raya serta khususnya kepada Kepala Desa Terawan yang telah menjadi tempat berkeluh kesah dan mencari jalan keluar bersama.

“Ini bukan pertama kali kita rasakan. Kabut asap ini pernah terjadi pada tahun 1997, 2015, 2023, dan kini kembali pada tahun 2026. Ini adalah ujian bagi kita semua,” ungkapnya.

Oleh karena itu, melalui MPA sabrin mengajak seluruh masyarakat untuk brersama-sama secara bergotong royong membantu mencegah serta memadamkan api sesuai kemampuan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Ia juga menghimbau agar masyarakat berperan aktif menjaga kebun, lahan, hutan, dan lingkungan dari ancaman api. Untuk upaya siaga api, masyarakat bisa membuat sumur atau penampungan air di kebun serta selalu memantau kondisi lahan.

Baca Juga :  Dampak Kabut Asap Karhutla, SDN 3 Bangkal Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas pemadam, melainkan tanggung jawab kita semua. Jangan menunggu api mendekat ke rumah dan kebun baru bergerak,” tegasnya.

Ia pun berharap musibah Karhutla dan kabut asap di Kalimantan Tengah ini segera berlalu, hujan segera turun, api dapat dipadamkan, udara kembali bersih, dan masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *