SERUYAN, ProBorneo.id – Adu mulut dan suasana tegang sempat terjadi dalam pertemuan antara perwakilan warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya dengan pihak KSO saat mengantar surat penegasan, Kamis (22/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas tuntutan ketegasan serta kejelasan penanganan klaim lahan warga Bangkal yang dinilai berlarut-larut tanpa penyelesaian.
Ketegangan sempat memuncak ketika Ketua DPD TBBR Seruyan, A. Bujianto, menjelaskan maksud kedatangan mereka bersama puluhan warga. Saat itu, salah seorang perwakilan pihak KSO memotong pembicaraan Bujianto dan sempat memncing emosi warga.
Merespon hal tersebut, Bujianto menegaskan agar pihak terkait segera menyelesaikan klaim masyarakat Bangkal yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun.
“Saya meminta agar penyelesaian dilakukan dengan cepat guna mencegah timbulnya permasalahan yang tidak kita inginkan serta menghindari gesekan dengan jajaran anggota TNI yang bertugas di lapangan,” tegas Bujianto.
Ia juga menambahkan bahwa selama ini pihaknya berupaya menyelesaikan masalah secara internal dan enggan membawa persoalan tersebut ke media demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Selama ini kita coba selesaikan di internal, kita tidak mau bawa ke media karena menjaga situasi tetap kondusif,” ucapnya.
Adu argumen yang sempat memanas akhirnya mereda setelah Bujianto meminta semua pihak untuk saling mendengarkan serta menahan diri agar pertemuan tetap kondusif.
“Saya meminta untuk kita sama-sama menjaga kondusivitas dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik, dengan harapan ada titik terang dan kejelasan hukum atas sengketa yang terjadi,” pungkasnya.













