Berita Utama

Damang Seruyan Raya: Jika Masyarakat Tak Boleh Menikmati Hasil Sitaan Negara, Tebang Saja Semua Sawitnya, Hutankan Kembali

SERUYAN, ProBorneo.id – Suasana mediasi di Polsubsektor Seruyan Raya, Selasa (3/11/2026), sempat memanas saat Pemangku Adat Desa Bangkal yang merupakan Damang Kecamatan Seruyan Raya menyampaikan pernyataan sikapnya.

Dengan nada tegas, ia menegaskan bahwa pihaknya sejatinya tidak menghendaki konflik berkepanjangan terjadi di wilayahnya.

“Pertama-tama kami dari Pemangku Adat mengucapkan terima kasih kepada kita semua yang bisa hadir di tempat ini dalam rangka penyelesaian. Pada intinya kami tidak menghendaki seperti ini,” ujarnya membuka pernyataan.

Menurutnya, selama ini masyarakat Desa Bangkal yang merupakan keturunan asli di wilayah tersebut tidak pernah melakukan pelanggaran adat. Mereka yang mengklaim lahan di areal perusahaan, kata dia, memiliki dasar sejarah karena tempat tersebut merupakan bekas ladang leluhur mereka sejak zaman dulu.

Ia juga menyinggung adanya GRTT di perusahaan PT Musirawas Citra Harpindo (MCH) yang kini disita negara dan dikelola PT Agrinas Palma Nusantara (APN). Karena lahan tersebut telah disita oleh negara, masyarakat setempat pun merasa berhak untuk turut menikmati hasilnya.

Sebab, jauh sebelum ada perusahaan, hutan di wilayah itu adalah tempat masyarakat berburu, memenuhi ekonomi, dan menggantungkan hidup, khususnya masyarakat Dayak yang hidup dari alam.

“Kalau memang masyarakat tidak diperbolehkan untuk meminta bagian dari yang disita oleh negara itu, bagaimana dari pihak Agrinas menyampaikan itu. Kalau bisa menurut kami, tebang saja semua supaya dihutankan kembali,” tegasnya.

Damang pun menegaskan kembali sikapnya. Menurutnya, daripada keberadaan sawit Agrinas terus menimbulkan gejolak, lebih baik ditebang seluruhnya dan dikembalikan menjadi hutan.

“Tebang saja semua, supaya tidak ada gejolak bagi Pemangku Adat maupun dari pemerintah. Karena itu negara yang minta, kembalikan saja menjadi hutan,” tutupnya.

Admin

Recent Posts

PT Agrinas Bantah Culik 6 Warga Bangkal, Sebut Penangkapan Sesuai Prosedur Pengamanan

SERUYAN, ProBorneo.id – Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Regional IX akhirnya buka suara terkait kabar…

5 jam ago

Damai, 6 Warga Bangkal Dibebaskan Usai Mediasi di Polsubsektor Bersama PT Agrinas dan Aparat

  SERUYAN, ProBorneo.id – Polemik hilangnya 6 warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, di areal…

6 jam ago

Ada Kuda Troya di Lingkaran Gubernur? Waspada Loyalitas Ganda dan Bocornya Strategi

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id - Sebutan "kuda troya" kerap muncul ketika seorang kader atau eks-kader partai…

12 jam ago

6 Warga Bangkal Dilaporkan Hilang di Areal Lahan Perkebunan Sitaan PKH Yang Dikelola PT Agrinas Palma Nusantara

SERUYAN, ProBorneo.id – Beredar informasi di kalangan masyarakat terkait hilangnya sejumlah warga di sekitar area…

15 jam ago

Ahmada Dahlan: Jangan Biarkan Gubernur Sendirian, Pejabat OPD Wajib Pasang Badan untuk Publik

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id – Jabatan adalah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab demi…

1 hari ago

Agrinas Palma Targetkan 100% Pengelolaan Kebun Mandiri Mulai 2027

JAKARTA, ProBorneo.id - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menargetkan seluruh kegiatan panen dan pemeliharaan perkebunan…

1 minggu ago