6 Hari Blokade PT BAP, Stok Sembako Karyawan Menipis, Usul Akses Sepeda Motor Dibuka

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.idEnam hari sudah warga Seruyan yakni, Desa Bangkal, Desa Selunuk, dan Desa Rungau Raya bertahan menutup akses vital PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP). Sementara tuntutan utama plasma 20% tetap menjadi semangat warga untuk bertahan.

Mereka tetap teguh menggelar aksi damai menuntut realisasi plasma 20%.Penutupan di tiga titik, KM 79, KM 98, dan KM 105, berdampak langsung pada operasional perusahaan.

Dari informasi yang dihimpun, stok sembako dan susu anak di lingkungan perusahaan dilaporkan menipis. Bahkan sejumlah karyawan mulai mengalami kesulitan bahan pangan.

banner 336x280

Kekhawatiran itu juga telah disampaikan internal perusahaan. Berdasarkan informasi dari Estate Manager, kepada seluruh karyawan teknik, karyawan dan pemilik kios diminta segera menambah stok bahan makanan.

“Sampaikan kepada seluruh karyawan dan pemilik kios, agar segera stok bahan makanan, beras, air isi ulang, elpiji dan lain-lain untuk beberapa hari ke depan. Pengalaman yang lalu demo dan jalan ditutup sampai 10 hari. Hari ini sore/malam hari terakhir untuk belanja bahan makanan dan lain-lain. Sampaikan juga ke karyawan, jalan semua ditutup selama beberapa hari ke depan, mulai malam hari ini. Terima kasih,” bunyi informasi tersebut.

Baca Juga :  Tagar "RATAKAN" Milik Kapolres Seruyan Dipakai Warga Saat Aksi Tuntutan Plasma 20% di  PT BAP

Di tengah situasi tersebut, beredar juga video yang menunjukkan adanya upaya dari pihak perusahaan untuk membuka bin yang dipasang serta menutup kembali parit untuk memutus akses jalan yang digali sebelumnya.

Merespons kondisi karyawan, salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengusulkan agar akses khusus diberikan.

“Kalau boleh saran pak, sepertinya untuk karyawan khususnya PT BAP bisa diberikan akses sepeda motor untuk belanja sembako keluar. Kasian juga mereka kalau kehabisan sembako atau keperluan obat-obatan dan lain-lain,” harapnya, Selasa (15/9/2026).

Hingga saat ini, warga menegaskan blokade masih akan dipertahankan. Namun mereka membuka ruang dialog dan tidak keberatan jika ada skema khusus untuk kebutuhan dasar karyawan.

Baca Juga :  Antrian BBM di SPBU Simpang Bangkal Mengular, Warga Keluhkan Diduga Akibat Maraknya Pelangsir

Aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk mengawal jalannya aksi agar tidak terjadi benturan antara warga dan pihak perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT BAP terkait kondisi karyawan dan langkah penanganan selanjutnya. Tim media ProBorneo.id ini akan terus memantau dan mencari informasi lebih lanjut terkait kondisi karyawan yang belum bisa keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *