5 Hari Bertahan Ditenda, Warga 3 Desa Tetap Tutup Akses PT BAP Tuntut Plasma 20%

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.idLima hari sudah warga bertahan di tenda darurat di pinggir jalan. Mereka masih teguh menggelar aksi damai menuntut realisasi plasma 20% dari PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP).

Aksi ini melibatkan warga dari 3 desa, yakni Desa Bangkal, Desa Selunuk, dan Desa Rungau Raya. Sebagai bentuk protes, warga menutup akses utama PT BAP di tiga titik, yaitu KM 79, KM 98, dan KM 105. Penutupan dilakukan 24 jam secara bergilir.

Tenda-tenda berdiri di ketiga titik sebagai posko perjuangan warga.Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan justru terlihat. Warga membuka dapur umum dengan memasak bersama.

banner 336x280

Kegiatan didapur umum ini didominasi ibu-ibu yang bahu-membahu menyiapkan makanan untuk ratusan massa aksi setiap harinya.

Baca Juga :  Plasma Tidak Terealisasi, Hari Ini 1000 Warga Rungau Raya Tutup Akses PT BAP KM 105

“Kami sudah lima hari di sini. Masak bareng, jaga bareng. Tuntutannya satu, plasma 20% harus direalisasikan,” ujar salah satu perwakilan warga.

Warga menegaskan tidak akan membuka blokade sebelum ada kepastian dan komitmen jelas dari PT BAP maupun pemerintah terkait hak plasma masyarakat lingkar perusahaan.Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk memastikan aksi berjalan tertib dan damai.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *