Sejumlah warga Desa Bangkal mengaku mulai kesulitan mendapatkan BBM baik jenis Pertalite atau Pertamax. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari terakhir membuat warga resah.
Sapri, warga Kecamatan Seruyan Raya mengaku sudah mendatangi SPBU yang ada di Simpang Bangkal tapi beberapa hari terakhir selalu tutup. Ia mengaku kesulitan beraktivitas karena BBM merupakan salah satu kebutuhan vital yang digunakam sehari hari.
“Kami sebagai masyarakat sangat resah karena BBM ini kan kebutuhan yang sangat penting, tidak bisa kemana mana jika BBM tidak ada. Tolonglah pemerintah melalui dinas terkait segera menyikapi permasalahan ini,” harapnya, Senin (13/10/2025).
Ia menambahakan, beberapa hari ini dia berangkat dari rumah menuju SPBU yang ada di Simpang Bangkal dengan niat mau mengisi BBM tetapi selalu tutup dan terpaksa harus mengisi di penjual eceran.
Sementara, seperti yang disampaikan Sumarni, salah satu warga setempat yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM beberapa hari terakhir.
“Saya perkirakan apabila kondisi seperti ini terus terjadi sampai satu minggu kedepan bisa-bisa kami kesulitan beraktivitas. Dan yang dikhawatirkan juga kami tidak bisa mengantar anak kesekolah,” ungkapnya.
Pantauan ProBorneo.id dilapangan, kios-kios yang biasanya banyak buka menjual BBM eceran tapi beberapa hari terakhir banyak yang tutup. Dan dari informasi yang dihimpun, SPBU yang ada di wilayah tersebut sudah beberapa hari terakhir selalu tutup dan tidak diketahui penyebabnya.














