SERUYAN, ProBorneo.id – Tiga bakal calon Damang Kecamatan Seruyan Raya resmi ditetapkan sebagai calon depinitif untuk bertarung dalam pemilihan yang akan digelar pada 20 Mei 2026 mendatang.
Penetapan ini dilakukan panitia penjaringan setelah melalui tahapan seleksi tambahan berupa uji tertulis. Ketiga calon yang lolos dan mendapat nomor urut adalah Redes Nehang pada nomor urut 1, Basriyah pada nomor urut 2, dan Kuwi, S.Pd pada nomor urut 3.
Penetapan nomor urut dilakukan secara terbuka disaksikan panitia, tokoh adat, dan perwakilan masyarakat. Panitia memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan menjunjung prinsip transparansi.
Masyarakat adat Seruyan Raya diimbau untuk mengawal tahapan pemilihan agar berlangsung jujur, adil, dan kondusif.
“Kompetisi ini harus menjadi ajang adu gagasan dan rekam jejak, bukan adu kepentingan. Kami berharap ketiga calon bisa berkompetisi secara sehat demi kemajuan lembaga adat,” ujar salah satu anggota panitia.
Pemilihan Damang Seruyan Raya menjadi perhatian karena peran Damang sangat strategis dalam menjaga hukum adat, menyelesaikan sengketa, dan memperkuat harmoni sosial di wilayah Kecamatan Seruyan Raya.
Dengan tiga calon yang kini siap bertarung, publik adat menanti visi dan program nyata yang akan dibawa masing-masing kandidat menjelang hari pemungutan suara 20 Mei 2026.
Seperti kita ketahui, Pemilihan Damang Kecamatan Seruyan Raya pada 20 Mei mendatang menghadirkan tiga nama yang siap bersaing memperebutkan amanah adat. Masing-masing membawa latar dan komitmen berbeda untuk menjaga marwah lembaga adat di wilayahnya.
Analisis Calon Damang Seruyan Raya: Adu Gagasan, Rekam Jejak, dan Modal Politik AdatPemilihan Damang Kecamatan Seruyan Raya 20 Mei 2026 bukan sekadar adu popularitas.
Di hadapan masyarakat adat, tiga calon harus membuktikan siapa yang paling siap menjaga hukum adat, menyelesaikan sengketa, dan mengembalikan wibawa lembaga Damang.
Berikut analisis Calon Damang Seruyan Raya, Adu Gagasan, Rekam Jejak dan Peta Kekuatan serta Tantangan Masing-masing:
- Redes Nehang – Nomor Urut 1
Kekuatan: Redes punya modal kedekatan dengan tokoh adat dan jaringan musyawarah kampung. Jika publik adat menilai loyalitas dan konsistensi dalam forum adat sebagai nilai utama, Redes punya keunggulan basis sosial yang sudah terbangun.
Tantangan: Tantangannya adalah menunjukkan terobosan nyata. Kedekatan saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan gagasan konkret untuk modernisasi peran Damang tanpa mengikis nilai adat. Ia harus menjawab: apa yang berbeda jika Redes yang terpilih?
- Basriyah – Nomor Urut 2
Kekuatan: Sebagai satu-satunya calon perempuan, Basriyah membawa isu representasi dan inklusi. Ini bisa menjadi daya tarik kuat bagi pemilih yang ingin melihat lembaga adat lebih terbuka terhadap peran perempuan dan persoalan keluarga adat.
Tantangan: Ia harus meyakinkan publik bahwa kapasitasnya tidak hanya simbolis. Tantangan terbesar adalah membuktikan pemahaman teknis soal hukum adat dan mekanisme penyelesaian sengketa, yang selama ini masih didominasi tokoh laki-laki.
- Kuwi, S.Pd – Nomor Urut 3
Kekuatan: Kuwi punya keuntungan pengalaman langsung sebagai Penjabat Damang. Ia sudah merasakan dinamika lapangan, tahu persoalan yang sering muncul, dan memahami birokrasi adat di tingkat kecamatan. Ini membuatnya lebih siap secara administratif dan praktis.
Tantangan: Status mantan Pj juga jadi beban. Publik akan menilai rekam jejaknya selama menjabat: apakah ia mampu menyelesaikan persoalan atau justru dianggap biasa saja. Jika tidak ada capaian konkret yang bisa ditunjukkan, pengalaman bisa berbalik jadi bumerang.

















