SDN 3 Bangkal Ditutup Sepihak Proses Belajar Mengajar Terhambat, Warga Desak Solusi Cepat Dinas Pendidikan 

Berita, Seruyan Raya439 Dilihat
banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.idKegiatan belajar mengajar di SDN 3 Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan terhenti pada hari Senin (20/7/2026) karena tanah tempat berdirinya sekolah tersebut dipermasalahkan oleh Burhan warga desa setempat.

Dikutip dari rekaman video yang beredar, Burhan mengatakan bahwa sekolah yang ada diatas tanah tersebut dalam masalah. Terkait permasalah tersebut ia juga mengatakan bahwa mulai hari Selasa (21/7) sekolah tutup.

“Mulai hari besok tutup, kenapa ditutup karena sekolah yang diatas tanah ini didalam masalah,” katanya.

banner 336x280

Penutupan yang dilakukan tersebut sangat disayangkan oleh warga dan para orang tua murid. Pasalnya, aksi itu berdampak langsung terhadap aktivitas belajar mengajar ratusan siswa di sekolah dasar tersebut. Bahkan situasi tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama wali murid yang khawatir anak-anak mereka kehilangan hak untuk belajar.

Baca Juga :  Praktisi Hukum, Arman Sinurat: Kenaikan Dexlite Pukul Sopir Truk Kalteng, Daya Beli Terancam Turun

Menurut Pj Kepala Desa Bangkal, Kursedy, penutupan yg di lakukan oleh Burhan terhadap SDN 3 Bangkal Kecamatan Serutan Raya sangat di sayangkan karena hal ini sangat menghambat proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Mohon kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas pendidikan Kabupaten Seruyan segera turun tangan dalam penyelesai masalah ini. Kami dari Pemerintahan Desa dan Camat Seruyan Raya sudah beberapakali melakukan mediasi tapi  tidak membuahkan hasil,” ujar Kursedy.

Kursedy menambahkan, upaya penyelesaian sebelumnya telah dilakukan dengan melalukan mediasi tapi tidak membuahkan hasil dan berujang pada penutupan sekolah yang dilakukan oleh Burhan.

“Kami dari pemerintah desa bersama pihak kecamatan sudah memfasilitasi mediasi. Sayangnya upaya itu belum membuahkan hasil. Pagar sekolah hari ini ditutup Pak Burhan menggunakan rantai,” ujar Pj Kepala Desa Bangkal, Kursedy.

Baca Juga :  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Menyikapi hal tersebut, masyarakat dan wali murid meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan segera turun tangan. Diperlukan langkah cepat dan tegas dari instansi terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan proses pendidikan dapat kembali berjalan normal.

“Kami mohon kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan untuk segera menyelesaikan masalah ini. Anak-anak tidak boleh menjadi korban. Hak mereka untuk belajar harus dipenuhi,” ujar salah seorang perwakilan wali murid.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang melakukan penutupan maupun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan terkait langkah penyelesaian.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *