Pemprov Kalteng

Reformasi Birokrasi Kunci Kalteng Maju, H. Masliansyah Dorong Pelayanan Efektif dan Transparan

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id – Tuntutan pembenahan tata kelola pemerintahan di Kalimantan Tengah dinilai tidak hanya terbatas pada sektor lingkungan dan sumber daya alam, tetapi juga harus menyentuh seluruh spektrum pelayanan publik dan administrasi daerah secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kalimantan Tengah, H. Masliansyah. Menurutnya, sebagai provinsi dengan potensi ekonomi dan wilayah yang luas, Kalteng membutuhkan mesin birokrasi yang lincah, bersih, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.

“Sudah saatnya Gubernur Kalimantan Tengah mendorong reformasi birokrasi menyeluruh. Birokrasi yang efektif adalah fondasi utama dari pertumbuhan daerah yang sehat,” tegas Masliansyah, Senin (26/10/2026).

Ia menilai, ketika urusan administrasi mulai dari perizinan usaha, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kependudukan terhambat oleh prosedur yang berbelit-belit, maka masyarakat dan perekonomian daerah yang menjadi korbannya.

Untuk itu, Masliansyah mendorong beberapa langkah evaluasi dan reformasi umum yang perlu segera dilakukan pemerintah daerah.

Pertama, menyederhanakan prosedur dan memangkas regulasi yang tidak perlu, agar layanan publik dapat diakses dengan cepat, murah, dan transparan.

Kedua, penguatan meritokrasi dengan menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak, bukan karena faktor kedekatan atau kompromi politik.

Ketiga, transparansi keuangan dan anggaran daerah dengan memastikan setiap rupiah APBD dikelola secara terbuka dan difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung pada rakyat.

Keempat, digitalisasi pelayanan publik terpadu melalui sistem satu pintu yang mudah diakses warga hingga ke pelosok.

Kelima, penerapan sistem merit (dinilai dari kerja nyatanya, bukan dari koneksi) dalam evaluasi ASN secara objektif berbasis capaian output dan outcome.

Dan keenam, peningkatan saluran pengaduan masyarakat untuk menindaklanjuti keluhan terkait pungli maupun keterlambatan layanan secara responsif.

“Birokrasi yang responsif dan akuntabel adalah hak seluruh warga Kalimantan Tengah. Ketegasan Gubernur dalam merombak pola kerja lama menjadi kunci keberhasilan menuju daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.

Admin

Recent Posts

Patok Batas Kebun Inti dan Plasma Dipasang, Subani Apresiasi Komitmen PT STP

SERUYAN, ProBorneo.id – Pemasangan patok tanda batas antara kebun inti dan plasma dilaksanakan di wilayah…

5 jam ago

Jangan Politisir Karhutla, Dukung Langkah Konkret Gubernur di Lapangan

  SERUYAN, ProBorneo.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ujian serius bagi Kalimantan…

1 hari ago

Berawal Laporan Warga, Pengedar Sabu di KM 104 Rungau Raya Diciduk

  SERUYAN, ProBorneo.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Seruyan mengamankan seorang pria berinisial SM…

3 hari ago

Kabut Asap Selimuti Kalteng, MPA Terawan Ajak Warga Bersatu Bukan Saling Menyalahkan

SERUYAN, ProBorneo.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Kalimantan Tengah.…

4 hari ago

Anggota MPA Desa Terawan Sayangkan Aksi Mahasiswa Terhadap Gubernur Kalteng

‎SERUYAN, ProBorneo.id - Video yang beredar memperlihatkan perlakuan tidak pantas terhadap Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar…

4 hari ago

Suasana Sempat Memanas Saat DPD TBBR Seruyan Antar Surat Penegasan ke Pihak KSO

SERUYAN, ProBorneo.id – Adu mulut dan suasana tegang sempat terjadi dalam pertemuan antara perwakilan warga…

4 hari ago