Polres Seruyan

Menyamar Jadi Penjual Ikan, Oknum Guru SD di Seruyan Ditangkap di Kalbar

SERUYAN, ProBorneo.id – Tim Resmob Polres Seruyan bersama Sat Reskrim Polres Sukamara mengamankan seorang pria berinisial F, terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dari keterangan pihak kepolisian, pelaku ditangkap di Kecamatan Manismata, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 14.26 WIB, setelah buron sekitar tujuh bulan.F diketahui berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah dasar di Desa Tanjung Rangas, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.

Dalam pemeriksaan awal, ia mengakui perbuatannya terhadap tujuh siswi sekolah dasar tempatnya mengajar.

Kasi Humas Polres Seruyan, AIPDA Ronny, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, terduga pelaku yang masuk DPO telah berhasil kami amankan di wilayah Kalimantan Barat. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dan mengimbau orang tua untuk segera melapor apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Kasus ini terungkap pada Rabu, 1 April 2026. Seorang siswi menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia tidak mau bersekolah keesokan harinya karena takut kepada gurunya. Saat diminta bercerita, korban mengungkapkan perlakuan tidak pantas yang dialaminya di dalam kelas dan menyebut ada teman-temannya yang juga menjadi korban.

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Seruyan.Setelah laporan masuk, F menghilang. Polisi menetapkannya sebagai DPO, lalu melakukan penyelidikan lintas daerah hingga mengetahui keberadaannya di wilayah Kalimantan Barat.

Dalam pelarian, terduga pelaku diketahui menyamarkan diri dan menyambung hidup dengan berjualan ikan. Ia ditangkap di sebuah rumah milik keluarganya di kawasan perumahan karyawan perusahaan perkebunan di Kecamatan Manismata.

Terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Danau Sembuluh untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polisi tidak menutup kemungkinan adanya korban lain dan mengimbau orang tua yang anaknya mengalami hal serupa agar segera melapor.Polres Seruyan juga mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk menjaga keselamatan anak dengan membangun komunikasi terbuka.

Orang tua diminta tidak mengabaikan cerita atau perubahan sikap anak, seperti tiba-tiba takut ke sekolah, dan segera melapor ke kepolisian bila ada indikasi kekerasan terhadap anak.

Admin

Recent Posts

Dakwaan Jaksa: Samin Tan Cuci Uang Rp18,1 Triliun Hasil Batu Bara Ilegal PT AKT

JAKARTA, ProBorneo.id – Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung (JPU Kejagung) mendakwa pengusaha tambang Samin…

10 jam ago

Janji Plasma 20% di Seruyan, Ujian Moral Bagi Gubernur Kalteng

SERUYAN, ProBorneo.id – Janji Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran untuk memperjuangkan hak plasma 20 persen…

23 jam ago

Tokoh Muda Seruyan Apresiasi Bupati Gunung Mas Perjuangkan Plasma 20 Persen untuk Masyarakat

SERUYAN, ProBorneo.id – Langkah Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong, yang dengan tegas mendesak perusahaan…

24 jam ago

Dua Jenazah Awak Helikopter MI-17V5 Dipulangkan ke Semarang, Satu Kru Masih Dicari

SERUYAN, ProBorneo.id – Suasana duka menyelimuti Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah saat pelepasan…

1 hari ago

Janji Plasma Belum Terwujud, Warga Malah Dilaporkan Oleh PT BAP

SERUYAN, ProBorneo.id – Janji realisasi plasma 20 persen oleh Gubernur dan Bupati belum juga terwujud,…

1 hari ago

Helikopter MI-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di TNTP Seruyan, 2 Kru Meninggal, 1 Masih Dicari

  SERUYAN, ProBorneo.id – Helikopter MI-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD yang bertugas…

2 hari ago