SERUYAN, ProBorneo.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ujian serius bagi Kalimantan Tengah. Di tengah kepungan asap yang menyesakkan dada, bencana ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, bukan justru ditarik ke pusaran politik praktis.
Sangat disayangkan, ketika warga berjuang melawan dampak asap, karhutla justru kerap dijadikan alat saling serang dan lempar tanggung jawab demi kepentingan elektoral sesaat.
Politisasi seperti ini jelas tidak berempati. Asap tidak mengenal afiliasi politik. Dampaknya menghantam siapa saja. Anak-anak terserang ISPA, aktivitas ekonomi warga lumpuh, sekolah diliburkan, dan ekosistem gambut rusak parah.
Mereduksi bencana kemanusiaan menjadi sekadar retorika politik hanya akan memperlambat penanganan di lapangan.
Alih-alih terjebak dalam kegaduhan, sudah saatnya kita memberikan dukungan penuh pada langkah-langkah konkret yang telah dikomandoi kepala daerah.
Mulai dari kebijakan mitigasi berbasis sains, penguatan patroli terpadu di lahan rawan, penanganan titik api secara cepat dan tuntas, hingga penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap pembakar lahan.
Semua langkah tersebut membutuhkan soliditas dan dukungan semua pihak, bukan nyinyiran politik. Pada akhirnya, keselamatan warga dan kelestarian alam harus berada di atas segala kepentingan politik.
Mari kita dukung penuh upaya gubernur dan jajaran pemerintah daerah dalam menuntaskan karhutla, agar masyarakat segera terbebas dari kepungan asap maupun intrik politik yang tak berkesudahan.
Oleh: H. Masliansyah



















