Categories: HeadlineKriminal

GDAN Soroti Kasus Pembakaran Rumah Terduga Bandar Narkoba di Panipahan, Riau

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), yang lahir atas dasar keprihatinan masyarakat Dayak melihat semakin maraknya peredaran narkoba di Kalimantan Tengah, mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait aksi perusakan dan pembakaran rumah yang diduga milik bandar narkoba di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang terjadi pada Jumat (10/4/2026).

 

Melalui rilis resmi yang diterima media pada Senin (13/4/2026), pengurus inti GDAN, yakni Sadagori Henoch Binti ( Ririen Binti ), selaku Ketua Umum,  bersama Sekretaris Jenderal, Ari Yunus Hendrawan, serta Ingkit Djaper, Dandan Ardi, Pdt. Bobo Wanto Baddak, Andreas Junaidi, Sumiharja dan Adhie menegaskan beberapa poin penting.

Ririn mengatakan, terkait hal ini GDAN menilai aksi massa di Panipahan adalah cerminan dari situasi serius akibat krisis kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, dan aksi tersebut dipicu rasa frustrasi warga atas lemahnya penindakan hukum, bahkan adanya dugaan pembiaran, hingga keterlibatan oknum aparat yang melindungi  bandar narkoba.

“Melalui GDAN, kami mendesak aparat hukum di Kalimantan Tengah untuk bertindak cepat dan transparan dalam menyikapi laporan masyarakat. Hal ini untuk mencegah terulangnya kejadian serupa (main hakim sendiri) di wilayah Kalteng,” tegasnya.

Menurutnya, meski memahami akan frustrasi warga, GDAN tidak membenarkan main hakim sendiri, hingga tindakan anarkis. Namun, GDAN menilai amarah masyarakat diduga terjadi karena “sunyinya” tindakan tegas aparat terhadap bandar yang tak tersentuh hukum.

Lebih lanjut Ririn menjelaskan, sebagai organisasi yang didukung tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga  pemerintah, GDAN menegaskan akan terus mengawal penegakan hukum yang adil dan siap pasang badan melawan para pelindung, bandar, dan pengedar narkoba yang sangat merusak kehidupan masyarakat di Tanah Dayak, Kalimantan Tengah.

“GDAN mendesak pemerintah bersama aparat hukum, secepatnya mendirikan pos terpadu antinarkoba, di Puntun, yang selama ini dikenal sebagai kampung narkoba,” cetusnya.

Sementara itu, aksi di Panipahan sendiri mengakibatkan kerusakan parah dan pembakaran rumah terduga bandar narkoba, yang akhirnya memicu evaluasi internal aparat penegak hukum di wilayah Riau, dimana Kapolda Riau, sudah mencopot Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek setempat.

“Meski demikian, melalui peristiwa tersebut, GDAN berharap kejadian yang ada menjadi pelajaran berharga, sehingga aparat hukum bisa bekerja lebih progresif dan secepatnya menyikapi laporan masyarakat terkait peredaran narkoba,” pungkasnya.

Admin

Recent Posts

Panlih Kades Selunuk Gelar Press Conference Penyampaian Visi Misi Calon Kades Besok

SERUYAN, ProBorneo.id – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panlih Kades) Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, akan menggelar…

10 jam ago

Gerah Lihat Tumpukan Sampah di Km 71, Anggota DPRD Seruyan Subani Gelar Sayembara Tangkap Pembuang Sampah Liar

SERUYAN, ProBorneo.id – Tumpukan sampah di kilometer 71, tepatnya di lingkungan RT 04 Desa Terawan,…

11 jam ago

Peletakan Batu Pertama Posko GDAN di Puntun, Perang Total Lawan Narkoba Dimulai!

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id – Semangat kolaborasi memerangi narkotika ditunjukkan melalui peletakan batu pertama Posko Terpadu…

15 jam ago

Mengejutkan! YUSRIL IZRA MAHENDRA Maju Sebagai Calon Kades Bukit Buluh Seruyan Tengah

SERUYAN, ProBorneo.id - Kehadiran sosok muda dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bukit Buluh, Kecamatan…

16 jam ago

Mas Anto Usung Visi Desa Selunuk Maju dan Mandiri, Dorong Kepemimpinan Muda Inovatif

SERUYAN, ProBorneo.id - Calon Kepala Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Mas Anto, resmi memaparkan visi…

21 jam ago

Polres Seruyan Kembali Tabuh Genderang Perang, Dua Pengedar Sabu di Bangkal Seruyan Raya Dibekuk

SERUYAN,ProBorneo.id - Genderang perang terhadap peredaran narkoba jenis sabu terus ditabuh Polres Seruyan. Terbaru, Unit…

1 hari ago