Polres Seruyan
Imbauan tersebut disampaikan saat menggelar pertemuan di Desa Rungau Raya, Senin (21/9/2026). Hal ini disampaikan Kapolres guna menjaga kondusivitas serta mencari jalan keluar terbaik atas tuntutan plasma 20 persen yang dilakukan masyarakat empat desa di Kabupaten Seruyan.
Dalam penyampaiannya, Beddy mengungkapkan rasa lelahnya menghadapi berbagai permasalahan yang muncul bertubi-tubi di wilayah hukumnya.Ia menceritakan bagaimana seluruh jajaran kepolisian telah bekerja keras tanpa kenal lelah, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga evakuasi penemuan mayat di wilayah Seruyan.
“Selama ini saya sudah capek, jadi kita bersabar semua. Tahan emosi dulu, jangan bikin yang aneh-aneh dulu. Kita cari yang terbaik, hasilkan solusi bersama-sama,” ujar Kapolres di hadapan warga.
Lebih lanjut, Beddy menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak perusahaan PT BAP agar persoalan plasma ini dapat segera menemukan titik terang tanpa harus menimbulkan konflik baru.
Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta menyelesaikan permasalahan melalui jalur musyawarah secara kekeluargaan.
SERUYAN, ProBorneo.id - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan…
SERUYAN, ProBorneo.id – Bencana kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Seruyan mendapat perhatian serius dari…
SERUYAN, ProBorneo.id - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah pekatnya kabut asap, Puskesmas…
Seruyan, ProBorneo.id - Kondisi Dermaga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya kian memprihatinkan. Dermaga yang selama…
SERUYAN, ProBorneo.id - Warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan tampak antusias menyambut bantuan…
SERUYAN, ProBorneo.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin pekat menyelimuti Desa…