Di Belakang Bupati Ada Tumpukan Sampah, Sapriyadi: Ini Bukti PT BAP Tak Punya Hati Nurani

Headline118 Dilihat
banner 468x60
SAMPIT, ProBorneo.idMomen pertemuan Bupati Seruyan dengan massa aksi yang menuntut plasma 20% dari PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP) diwarnai pemandangan tak biasa, Rabu (9/9/2026).

Tepat di belakang bupati berdiri, terlihat bin berisi tumpukan janjangan kosong (jangkos) atau limbah pabrik. Warga menyebut tumpukan sampah itu sengaja dipasang perusahaan untuk menutup akses masuk ke areal perkebunan agar massa aksi tidak bisa masuk.

“PT BAP tutup akses menggunakan bin yang berisi janjangan kosong atau jangkos untuk antisipasi agar masyarakat yang menggelar aksi tidak bisa masuk ke areal perkebunan PT BAP,” ujar Sapriyadi orator aksi.

banner 336x280

Warga langsung menyoroti keberadaan limbah tersebut di hadapan bupati. “Dimana keberadaan bin berisi jangkos tersebut tepat berada di belakang Bupati saat menemui masyarakat yang menggelar aksi. Karena perlu Bapak Bupati ketahui, hari ini yang sudah menutup akses mereka adalah perusahaan itu sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Puskesmas Terawan Kembali Melaksanakan Kegiatan Prolanis untuk Masyarakat Kecamatan Seruyan Raya

Menurut warga, tumpukan jangkos itu bukan hal baru. Masyarakat sekitar selama ini harus hidup berdampingan dengan limbah pabrik.

“Dan kami, itu di belakang Bapak itu sampah, Pak. Sampah pabrik! Masyarakat hari ini, selama ini dihadapkan dengan sampah. Ini bukti perusahaan yang tidak mempunyai hati nurani, Pak,” tegasnya.

Meski akses ditutup dengan sampah pabrik, warga memastikan tetap bertahan.”Dan kami, dengan adanya sampah itu enggak apa-apa, kami demi bagian daripada sampah itu kami bertahan di sini,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *