Bupati Seruyan: Perusahaan Menyampaikan Pada Saat Demo Masih 17 Hari Kerugian Perusahaan Sudah 400 Miliar

"Kalau Memang Ada Hak Masyarakat Maka Harus Direalisasikan"

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.id – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda akhirnya angkat bicara di tengah aksi demonstrasi warga yang telah berlangsung 25 hari di areal PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP) Sinar Mas Group.

Di hadapan ribuan massa, Bupati menegaskan bahwa aksi tersebut adalah murni perjuangan warga untuk menuntut hak dan meningkatkan kesejahteraan, bukan karena suruhan atau larangan dari pemerintah.

“Apakah Bupati bisa bilang ‘Hei jangan demo!’ Tidak bisa Atau Bupati bilang ‘Hei demo teruskan!’, tidak bisa juga. Terjadinya ini tidak disuruh oleh Bupati dan Bupati tidak bisa melarang,” tegas Bupati, Minggu (4/10/2026).

banner 336x280

Menurutnya, aksi 25 hari ini adalah bentuk perjuangan yang sah. Sebabnya demo ini bagian dari perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus juga agar seluruh aturan ditetapkan dan diterapkan.

Baca Juga :  Anggota KSUB Sembuluh II Seruduk Kantor Koperasi, Diduga Terkait Legalitas Pengurus dan Mekanisme Pembagian SHU

“Kalau memang ada hak masyarakat di situ, maka harus direalisasikan,” ujarnya yang disambut teriakan setuju warga.

Bupati juga membeberkan dampak aksi tersebut terhadap perusahaan. Pada hari ke-17 aksi, manajemen PT BAP mengaku telah merugi hingga Rp 400 miliar.

“Perusahaan menyampaikan pada saat masih 17 hari kerugian sudah 400 miliar,” ungkapnya.

Terkait tuntutan masyarakat, menurut Bupati Pemerintah Kabupaten Seruyan tengah merumuskan langkah tegas terkait izin-izin perusahaan yang menjadi kewenangan Bupati, sebagai upaya menekan PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP) agar segera merealisasikan hak masyarakat.

Bupati Seruyan menyebut, saat ini tawaran solusi dari perwakilan warga sedang dibahas di tingkat direksi PT BAP di Jakarta. Jawaban yang seharusnya keluar hari ini tertunda karena hari libur di Jakarta.

Baca Juga :  Asap Pekat, SDN 3 Bangkal Hentikan KBM dan Harus Pulangkan Murid Lebih Awal

“Hebatnya Pak Gubernur, termasuk saya juga setuju, bila untuk masyarakat tidak ada hari libur,” tegasnya.

Jika direksi di Jakarta menyepakati salah satu opsi tawaran warga, baik konversi plasma maupun skema lainnya, maka kesepakatan itu akan dibawa kembali ke Seruyan untuk dirundingkan bersama Kades, ketua koperasi, dan perwakilan pendemo hingga tuntas.

 

Bupati juga memastikan Pemprov Kalteng mendukung penuh langkah Pemkab Seruyan.

“Pesan Bapak Gubernur Agustiar Sabran, pemerintah provinsi akan mengawal hingga tuntas dalam rapat lanjutan pada Senin-Selasa mendatang,” pungkasnya

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *