Asap Pekat, SDN 3 Bangkal Hentikan KBM dan Harus Pulangkan Murid Lebih Awal

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.idKabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin pekat menyelimuti Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Jumat (18/9/2026) pagi.

Kondisi tersebut membuat pihak SDN 3 Bangkal terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan memulangkan murid lebih awal demi menjaga kesehatan siswa.

Kepala SDN 3 Bangkal, Edi Junaedi mengaku, sebelumnya para siswa masih masuk sekolah seperti biasa. Namun pada Jumat pagi, asap tebal tiba-tiba menyelimuti Desa Bangkal sehingga jarak pandang terbatas dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan anak-anak.

banner 336x280

“Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah harus menghentikan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini kami ambil demi kesehatan siswa-siswi,” ujarnya.

Menurut Edi, kebijakan memulangkan murid lebih awal ini diambil merujuk pada Surat Edaran Bupati Seruyan Nomor 400.3.1/1966/DISDIK/IX/2026 tentang penyesuaian KBM di tengah dampak Karhutla, khususnya yang termuat pada poin 6.

Baca Juga :  Pertemuan Alot, Pihak Perusahaan PT BAP Belum Bisa Realisasikan Plasma 20%

Poin tersebut memberikan wewenang kepada Kepala Satuan Pendidikan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi jarak jauh (daring) atau menghentikan KBM tatap muka jika kualitas udara memburuk dan berisiko bagi kesehatan.

“Langkah ini kami ambil merujuk pada surat edaran Bupati yang ada pada poin 6,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *