SERUYAN, ProBorneo.id - Masyarakat di wilayah Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah…
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena menyulitkan warga yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi jenis pertalite atau pertamax untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan media ProBorneo.id pada senin (17/8/2026), antrian di depan SPBU mencapai hampir 1 kilometer. Mayoritas antrian diduga didominasi oleh para pelangsir menggunakan mobil dan kendaraan roda dua.
Hendri, salah seorang warga yang ditemui dilapangan mengaku terpaksa membeli BBM eceran karena tidak sanggup ikut antri dan takut tidak kebagian di SPBU.
“Saya beli dipengecer untuk isi motor harganya Rp 22.500 per liter. Di SPBU antriannya panjang sekali, kebanyakan yang ngantri itu diduga pelangsir,” ujarnya.
Warga berharap harus ada tindakan nyata dari instansi terkait untuk menertibkan aktivitas pelangsir di SPBU. Menurut mereka, jika tidak ditertibkan, warga yang membutuhkan BBM bersubsidi untuk keperluan sehari hari akan terus kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait mengenai langkah penertiban di SPBU Simpang Bangkal. Warga berharap pengawasan diperketat, agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
SERUYAN, ProBorneo.id – Pemerintah Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya menggelar kegiatan pisah sambut antara Penjabat…
KOTIM, ProBorneo.id — Sidang adat di Desa Sebabi mendadak menjadi sorotan setelah perkara lama terkait…
SERUYAN, ProBorneo.id – Murianto, S.Kom menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Koperasi BMJB Desa Lanpasa…
SERUYAN, ProBorneo.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di belakang kawasan perumahan KM 80,…
SERUYAN, ProBorneo.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur perkebunan kelapa sawit PT Agro…
SERUYAN, ProBorneo.id – Seorang pria berinisial MA alias AS (45) diringkus Sat Reskrim Polres Seruyan…