Antar Berkas ke Panlih Pilkades Selunuk, Bacalon Ini Dijuluki Teman-Temannya “Kades Hoho”

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.id Suasana Sekretariat Panlih Pilkades Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya berbeda seperti hari biasanya terlihat sepi tapi masih ada anggota panlih yang piket di skretariat, Kamis (7/05/2026) siang.

Salah satu bakal calon kepala desa (Bacalon Kades) datang mengantar berkas pendaftaran. Uniknya, Bacalon ini dijuluki “Kades Hoho” oleh rekan-rekannya. Pasalnya gaya dan tampilannya mirip “Kades Hoho” yang selalu menggunakan topi dan memiliki tato ditangannya.

Bacalon Kades yang dimaksud adalah Elya Teguh Harianto (40) tahun yang sebelum juga masih aktif sebagai Sekretaris Desa Selunuk. Ia datang sekitar pukul 12.00 WIB membawa map kuning berisi berkas persyaratan, ditemani beberapa orang temannya.

banner 336x280

“Saya niat maju karena dorongan kawan-kawan. Dari dulu mereka sudah juluki saya Kades Hoho,” ujar Elyas Teguh Harianto sambil tersenyum saat ditemui usai menyerahkan berkas ke anggota panlih yang bertugas.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-80, Pemuda Kuala Kuayan Gelar Trofeo Sepak Bola

Julukan “Kades Hoho” ternyata bukan tanpa alasan. Salah satu temannya, Rumaidi mengatakan memang orangnya periang dan suka bercanda. “Orangnya asik dan suka bercanda. Jadi kami panggil Kades Hoho. Padahal sehari harinya ia dipanggil Anto. Mudah-mudahan betulan jadi Kades,” katanya.

Ketua Panlih Desa Selunuk, Dwi Ahmad Zainuloh, membenarkan Elyas Teguh Harianto sudah menyerahkan berkas.

“Tinggal kami teliti lagi keabsahannya. Dengan ini sudah 4 orang yang kembalikan berkas dari 4 orang yang ambil formulir,” jelasnya.

Dengan masuknya Teguh Elyas Harianto, persaingan Pilkades Selunuk periode 2026-2034 makin berwarna. Sebelumnya sudah ada Kamarudin, Iwan Santoso dan Slamet yang lebih dulu daftar. Para bacalon mengaku siap bersaing sehat.

Baca Juga :  Camat Seruyan Raya Apresiasi Komitmen Pemdes Terawan Dalam Pemberantasan Narkoba

Terlepas dari julukan “Kades Hoho”, Panlih berharap semua Bacalon bertarung gagasan, bukan saling menjatuhkan.

“Pilkades ini pesta demokrasi. Boleh beda pilihan, tapi kerukunan tetap dijaga,” pesan Zainul bisa iya dipanggil.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *