Warga Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi, SPBU Simpang Bangkal Tutup Sepekan

banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.id Masyarakat di wilayah Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan tutupnya SPBU di Simpang Bangkal yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu.

Akibat penutupan itu, warga terpaksa mencari BBM ke daerah lain dengan jarak yang cukup jauh. Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari, terutama orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, sopir angkutan, dan pelaku usaha kecil.

“Sudah beberapa hari kami harus antre di luar daerah untuk mendapatkan BBM subsidi. Kadang datang sudah habis,” ujar Sugiyono warga setempat, Minggu (10/5/2026).

banner 336x280

Senada, Purba warga yang rumahnya berdekatan dengan SPBU mengatakan bahwa memang kurang lebih satu minggu ini SPBU tersebut tutup.

Baca Juga :  Dinas PMD Seruyan Gelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Dan Kinerja Bumdes

“Tidak diketahui penyebabnya, entah dikurangi jatah atau bagaimana kami juga kurang tahu,” jelasnya.

Kelangkaan BBM subsidi ini dinilai sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain menambah biaya operasional, warga juga harus meluangkan waktu lebih lama hanya untuk mencari bahan bakar. Walaupun ada, harganyapun sangat mahal.

Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai penyebab tutupnya SPBU tersebut serta memastikan distribusi BBM subsidi kembali normal. Warga juga meminta adanya pengawasan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU terkait alasan penutupan yang sudah berlangsung selama sepekan tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *