SERUYAN, ProBorneo.id - Klaim lahan sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang sebelumnya dikelola oleh PT Musirawas Citra Harpindo (MCH) terus memicu konflik. Ketegangan antara…
Informasi tersebut menyebutkan sebanyak 6 orang dilaporkan belum diketahui keberadaannya sejak Senin dini hari.
Berdasarkan pesan WhatsApp yang beredar, keenam warga tersebut terdiri dari Milo, Eliandi (Aliandi), Kicen (Jekicen), Triono, serta 2 orang lainnya yang disebut sebagai pemanen yang identitasnya belum diketahui.
Dalam informasi itu disebutkan dugaan bahwa mereka diamankan oleh pihak keamanan yang bertugas di PT Agrinas eks PT MCH pada Senin, 2 November 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, ratusan warga Desa Bangkal bersama pihak keluarga mendatangi pihak perusahaan pada Senin malam untuk mempertanyakan kebenaran dan keberadaan keenam warga tersebut.
Dari keterangan salah seorang warga di lokasi kejadian, pihak keamanan perusahaan menyebut keenam warga Bangkal tersebut telah dibawa ke Polda Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keamanan maupun manajemen PT Agrinas terkait kabar tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar situasi tetap kondusif.
SERUYAN, ProBorneo.id – Janji Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran untuk memperjuangkan hak plasma 20 persen…
SERUYAN, ProBorneo.id – Langkah Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong, yang dengan tegas mendesak perusahaan…
SERUYAN, ProBorneo.id – Suasana duka menyelimuti Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah saat pelepasan…
SERUYAN, ProBorneo.id – Janji realisasi plasma 20 persen oleh Gubernur dan Bupati belum juga terwujud,…
SERUYAN, ProBorneo.id – Helikopter MI-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD yang bertugas…
PALANGKA RAYA, ProBorneo.id – Persidangan perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka…