17 Kasus DBD Ditemukan di PT Sawitmas Nugraha Perdana, Puskesmas Terawan Lakukan Fogging dan PSN

Berita, Seruyan Raya22 Dilihat
banner 468x60
SERUYAN, ProBorneo.idPuskesmas Terawan, Kecamatan Seruyan Raya, menemukan 17 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam sepekan. Seluruh kasus tercatat berasal dari satu lokasi, yakni lingkungan kerja Divisi 2 PT Sawitmas Nugraha Perdana yang masuk wilayah Desa Lanpasa, Kecamatan Seruyan Raya.

Kepala Puskesmas Terawan, Muslihudin membenarkan temuan tersebut saat dikonfirmasi. “Iya, semua di Sawitmas. Satu lokasi dalam seminggu kena DBD 17 orang,” ujarnya, Sabtu (30/5).

Dari jumlah itu, sebagian pasien saat ini menjalani perawatan di Klinik PT Sawitmas Nugraha Perdana. Menindaklanjuti lonjakan kasus, tim Puskesmas Terawan bersama perusahaan langsung bergerak cepat. Langkah awal yang dilakukan adalah pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa di sekitar lokasi karyawan.

banner 336x280

Selain itu, petugas juga menyarankan untuk menaburkan bubuk abate ke penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk. Puskesmas juga mengarahkan manajemen dan seluruh karyawan PT Sawitmas untuk menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus.

Baca Juga :  Siap Jaga Marwah Adat, Redes Nehang Maju Calon Damang Seruyan Raya

“Harapan kami, harus rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk memutus mata rantai penularan,” terang Mas Mus biasa iya disapa.

Pihak Puskesmas Terawan juga mengimbau masyarakat di Desa Lanpasa dan sekitarnya untuk waspada terhadap gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, dan muncul bintik merah. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala tersebut agar penanganan lebih cepat dan tidak menimbulkan kasus baru.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *