SERUYAN, ProBorneo.id – Tumpukan sampah di kilometer 71, tepatnya di lingkungan RT 04 Desa Terawan, Kecamatan Seruyan Raya, membuat anggota DPRD Seruyan Dapil 2, Subani,…
Menurut Subani, kunjungan tersebut tidak memberikan dampak apapun terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian parah. Menteri datang, foto-foto, lalu pergi, sementara warga masih harus menghirup asap pekat setiap hari.
Tak hanya itu, Subani juga mempertanyakan alasan Kabupaten Seruyan menjadi salah satu daerah yang tidak menerima bantuan penanganan bencana dari pusat. Ia curiga ada prosedur yang ditinggalkan atau sengaja diabaikan, sehingga penanganan bencana di Seruyan terkesan hanya menjadi tontonan tanpa tindakan nyata.
“Apakah ada prosedur yang ditinggalkan sehingga seolah bencana hanya tontonan tanpa tindakan nyata? Kenapa Seruyan tidak dapat bantuan?” tegas Subani dengan nada kecewa, Rabu (14/10/2026).
Ia menilai sikap Menteri Kehutanan tersebut menunjukkan tidak adanya empati dan kepedulian terhadap penderitaan rakyat. Di saat udara sudah sangat tidak sehat dan anak-anak terpaksa diliburkan sekolah, pemerintah pusat justru abai.
“Subani menilai Menteri Kehutanan Raja Juli ini menjadi menteri terburuk sepanjang sejarah, menteri tanpa empati dan peduli dan tidak peka akan apa yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
SERUYAN, ProBorneo.id - Penyelidikan intensif Satresnarkoba Polres Seruyan berbuah hasil. Seorang terduga pengedar narkotika jenis…
SERUYAN, ProBorneo.id - Tim Biro Perencanaan dan Anggaran (Rena) Polda Kalimantan Tengah melakukan studi kelayakan…
SERUYAN, ProBorneo.id - Anggota DPRD Kabupaten Seruyan dari Fraksi PDI Perjuangan, Subani, mempertanyakan sikap pemerintah…
SERUYAN, ProBorneo.id - Kabut asap pekat yang masih menyelimuti wilayah Seruyan Raya, khususnya di Desa…
SERUYAN, ProBorneo.id - Kabut asap kian hari bukannya berkurang, malah sebaliknya, semakin pekat menyelimuti…
SERUYAN, ProBorbeo.id - Saya memandang persoalan plasma PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) bukan sekadar perselisihan…