Categories: Headline

Kenangan Yang Tak Terlupakan, Meliput Tragedi Airasia QZ8501 di Pangkaln Bun

SERUYAN, ProBorneo.id – Akhir tahun 2014 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan saya sebagai jurnalis. Bukan karena pencapaian, melainkan karena peristiwa besar yang menguji batin dan profesionalisme. Saat itu saya meliput operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Hari-hari di Pangkalan Bun terasa berbeda. Bandara, pelabuhan, dan posko gabungan tidak pernah sepi. Suara sirine ambulan, deru helikopter, dan kesibukan relawan bercampur menjadi satu. Hujan sering turun turun pada waktu itu, membuat medan pencarian di laut semakin berat. Namun semangat tim tidak pernah padam.

Di tengah situasi itu, saya menyaksikan langsung kerja keras luar biasa dari tim SAR gabungan. Ada personel TNI-Polri, Basarnas, BPBD, relawan, hingga nelayan setempat yang bahu-membahu menyisir perairan untuk mencari korban. Mereka bekerja siang malam, menghadapi ombak, arus kuat, dan keterbatasan cuaca demi menemukan dan mengevakuasi para korban.

Yang paling membekas adalah dedikasi para petugas kemanusiaan. Wajah lelah, seragam basah kuyup, tapi tidak ada yang mengeluh. Mereka bergerak cepat, saling menopang, dan menempatkan misi kemanusiaan di atas segalanya. Di sanalah saya belajar arti sesungguhnya dari kata “bertugas”.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya. Tentang profesionalisme saat berada di lapangan, tentang solidaritas yang tumbuh tanpa sekat instansi, dan tentang nilai kemanusiaan yang tidak bisa diukur dengan berita atau tulisan.

Semua itu akan selalu saya kenang sebagai bagian penting dalam perjalanan jurnalistik saya.

Hingga hari ini doa saya sama. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan. Tragedi QZ8501 mengingatkan kita bahwa di balik setiap berita, ada nyawa, ada keluarga, dan ada kemanusiaan yang harus kita hormati.

Admin

Recent Posts

Patok Batas Kebun Inti dan Plasma Dipasang, Subani Apresiasi Komitmen PT STP

SERUYAN, ProBorneo.id – Pemasangan patok tanda batas antara kebun inti dan plasma dilaksanakan di wilayah…

2 jam ago

Reformasi Birokrasi Kunci Kalteng Maju, H. Masliansyah Dorong Pelayanan Efektif dan Transparan

PALANGKA RAYA, ProBorneo.id - Tuntutan pembenahan tata kelola pemerintahan di Kalimantan Tengah dinilai tidak hanya…

6 jam ago

Jangan Politisir Karhutla, Dukung Langkah Konkret Gubernur di Lapangan

  SERUYAN, ProBorneo.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ujian serius bagi Kalimantan…

1 hari ago

Berawal Laporan Warga, Pengedar Sabu di KM 104 Rungau Raya Diciduk

  SERUYAN, ProBorneo.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Seruyan mengamankan seorang pria berinisial SM…

2 hari ago

Kabut Asap Selimuti Kalteng, MPA Terawan Ajak Warga Bersatu Bukan Saling Menyalahkan

SERUYAN, ProBorneo.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Kalimantan Tengah.…

4 hari ago

Anggota MPA Desa Terawan Sayangkan Aksi Mahasiswa Terhadap Gubernur Kalteng

‎SERUYAN, ProBorneo.id - Video yang beredar memperlihatkan perlakuan tidak pantas terhadap Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar…

4 hari ago