SERUYAN, ProBorneo.id – Antrian kendaraan di SPBU Simpang Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya mengular panjang di tengah perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Distribusi BBM yang seharusnya diterima masyarakat yang berhak berpotensi terserap oleh pihak-pihak yang melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk kepentingan tertentu.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena menyulitkan warga yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi jenis pertalite atau pertamax untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan media ProBorneo.id pada senin (17/8/2026), antrian di depan SPBU mencapai hampir 1 kilometer. Mayoritas antrian diduga didominasi oleh para pelangsir menggunakan mobil dan kendaraan roda dua.
Hendri, salah seorang warga yang ditemui dilapangan mengaku terpaksa membeli BBM eceran karena tidak sanggup ikut antri dan takut tidak kebagian di SPBU.
“Saya beli dipengecer untuk isi motor harganya Rp 22.500 per liter. Di SPBU antriannya panjang sekali, kebanyakan yang ngantri itu diduga pelangsir,” ujarnya.
Warga berharap harus ada tindakan nyata dari instansi terkait untuk menertibkan aktivitas pelangsir di SPBU. Menurut mereka, jika tidak ditertibkan, warga yang membutuhkan BBM bersubsidi untuk keperluan sehari hari akan terus kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait mengenai langkah penertiban di SPBU Simpang Bangkal. Warga berharap pengawasan diperketat, agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.













