KOTIM, ProBorneo.id – Kondisi Jembatan Tarusan di Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, memprihatinkan.
Jembatan kayu yang menjadi salah satu akses penghubung antara Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan, dan Kelurahan Kuala Kuayan itu kini nyaris tidak layak dilintasi.
Kerusakan tampak pada lantai jembatan yang berlubang dan papan penahan yang rapuh. Beberapa bagian tampak amblas, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas dengan ekstra hati-hati.
Warga telah lama mengeluhkan kondisi tersebut. Pasalnya, jembatan ini merupakan jalur vital untuk aktivitas ekonomi, pengangkutan hasil kebun, dan mobilitas sehari-hari. Lebih dari itu, jembatan juga dilalui anak-anak sekolah yang berangkat ke Kuala Kuayan setiap hari. Risiko kecelakaan dinilai semakin besar jika tidak segera ditangani.
Keterlambatan perbaikan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Radiansyah, warga Kelurahan Kuala Kuayan, mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Menurutnya, jembatan tersebut sudah lama dikeluhan masyarakat, namun belum ada tindakan nyata.
“Kami hanya minta jembatan ini diperbaiki agar aman dilalui. Jangan tunggu sampai ada korban baru dilakukan perbaikan,” ujarnya, Selasa (26/5).
Warga berharap Dinas PUPR Kotim dan instansi terkait menjadikan Jembatan Tarusan sebagai prioritas perbaikan. Mereka menilai, sebagai jalur penghubung antar desa dan kelurahan.
Sementara itu, Anto warga yang kebetulan melintas menambahkan, jembatan ini menyangkut hajat hidup banyak orang. Tanpa perbaikan segera, ancaman putus akses dan kecelakaan akan terus membayangi aktivitas masyarakat di tiga wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait rencana perbaikan jembatan Tarusan Tanjung-Kuala Kuayan.













